Berikut 3 aksi teror yang masih menyimpan misteri dan pelakunya masih bebas berkeliaran:
1. Penembakan Kantor ESDM
Sebutir
proyektil ditemukan tergeletak di ruang Kepala Unit Pengendali Kinerja Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Staf Khusus Menteri Widyawan
Prawiraatmadja, Kamis siang, 10 September 2015 pukul 12.00 WIB.
Proyektil tersebut dipastikan menjadi menembus kaca ruang kerja Widyawan karena meninggalkan lubang berdiameter 10 cm.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi, diduga kuat ada seseorang yang dengan sengaja menembak ruang Widhyawan dari arah jalan layang Casablanca-Tanah Abang yang terletak 35 meter bersebelahan dengan Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Pelaku diduga melepaskan tembakan dari dalam mobil saat melintas karena jalan layang tersebut diperuntukan khusus kendaraan roda empat dan lebih.
Pelaku diduga menggunakan senjata rakitan menyisakan lubang terlalu besar untuk ukuran senjata api pabrikan dan tidak berbentuk bulat rapi. Meski analisis senjata penembak dan asal tembakan sudah dikantongi, polisi masih kebingungan mencari motif pelakunya.Pasalnya, di sekitar luar gedung tidak ada CCTV yang mengarah ke jalan layang dan di jalan layang sendiri tak ada CCTV. Hingga saat ini kasus penembakan kantor Kementerian ESDM masih dipenuhi spekulasi. Apakah teror kepada Staf Khusus Menteri ESDM, teror terkait mafia listrik, atau perbuatan usil koboi jalanan semata.
Proyektil tersebut dipastikan menjadi menembus kaca ruang kerja Widyawan karena meninggalkan lubang berdiameter 10 cm.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi, diduga kuat ada seseorang yang dengan sengaja menembak ruang Widhyawan dari arah jalan layang Casablanca-Tanah Abang yang terletak 35 meter bersebelahan dengan Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Pelaku diduga melepaskan tembakan dari dalam mobil saat melintas karena jalan layang tersebut diperuntukan khusus kendaraan roda empat dan lebih.
Pelaku diduga menggunakan senjata rakitan menyisakan lubang terlalu besar untuk ukuran senjata api pabrikan dan tidak berbentuk bulat rapi. Meski analisis senjata penembak dan asal tembakan sudah dikantongi, polisi masih kebingungan mencari motif pelakunya.Pasalnya, di sekitar luar gedung tidak ada CCTV yang mengarah ke jalan layang dan di jalan layang sendiri tak ada CCTV. Hingga saat ini kasus penembakan kantor Kementerian ESDM masih dipenuhi spekulasi. Apakah teror kepada Staf Khusus Menteri ESDM, teror terkait mafia listrik, atau perbuatan usil koboi jalanan semata.
2. Teror Kantor GO-JEK
Penyerangan
kantor Pelatihan Pengemudi Go-Jek sempat menjadi perhatian. Awalnya polisi
menyatakan pelaku menyerang dengan senjata api laras pendek. Hal ini
berdasarkan kesaksian sekuriti gedung tersebut, Agus dan Fajar, yang mengaku
bertatap muka dengan pelaku.
Peneror kantor yang terletak di deretan ruko Jalan Kemang Selatan VIII Nomor 56, Jakarta Selatan, ini diduga 2 orang pria yang berboncengan motor dari arah Antasari menuju Kemang.
Peristiwa itu terjadi Minggu pagi, 1 November 2015 pukul 10.35 WIB. Kala itu kantor memang sepi karyawan karena hari libur. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sebuah benda yang diduga proyektil. Secara kasat mata, benda tersebut jauh berbeda dengan peluru senjata api dan lebih mirip potongan kepala obeng.
Setelah Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Inafis Polda, dipastikan proyektil tersebut bukan senjata api, melainkan diduga rakitan.Selang sehari, 2 November 2015, polisi menegaskan bahwa insiden yang menimpa kantor Go-Jek tersebut bukan penyerangan menggunakan senjata baik api maupun rakitan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan pelaku hanya melemparkan benda yang mirip kepala obeng.
Hal itu terbukti dari rekaman CCTV ruko yang berseberangan dengan kantor Go-Jek. Terlihat, pelaku melemparkan suatu benda dengan tangan lalu kabur. Dari CCTV itu pun terlihat tidak ada satpam yang sempat berpapasan dengan pelaku.
Satpam mulai terlihat di halaman parkir ruko setelah pelaku menuntaskan aksinya dan melarikan diri.
Hingga kini identitas pelaku dan motif penyerangan belum dapat terkuak. Polisi berspekulasi motif penyerangan kantor Go-Jek dipicu masalah internal PT Go-Jek karena sebelumnya manajeman memecat beberapa pegawainya.
Peneror kantor yang terletak di deretan ruko Jalan Kemang Selatan VIII Nomor 56, Jakarta Selatan, ini diduga 2 orang pria yang berboncengan motor dari arah Antasari menuju Kemang.
Peristiwa itu terjadi Minggu pagi, 1 November 2015 pukul 10.35 WIB. Kala itu kantor memang sepi karyawan karena hari libur. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sebuah benda yang diduga proyektil. Secara kasat mata, benda tersebut jauh berbeda dengan peluru senjata api dan lebih mirip potongan kepala obeng.
Setelah Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Inafis Polda, dipastikan proyektil tersebut bukan senjata api, melainkan diduga rakitan.Selang sehari, 2 November 2015, polisi menegaskan bahwa insiden yang menimpa kantor Go-Jek tersebut bukan penyerangan menggunakan senjata baik api maupun rakitan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan pelaku hanya melemparkan benda yang mirip kepala obeng.
Hal itu terbukti dari rekaman CCTV ruko yang berseberangan dengan kantor Go-Jek. Terlihat, pelaku melemparkan suatu benda dengan tangan lalu kabur. Dari CCTV itu pun terlihat tidak ada satpam yang sempat berpapasan dengan pelaku.
Satpam mulai terlihat di halaman parkir ruko setelah pelaku menuntaskan aksinya dan melarikan diri.
Hingga kini identitas pelaku dan motif penyerangan belum dapat terkuak. Polisi berspekulasi motif penyerangan kantor Go-Jek dipicu masalah internal PT Go-Jek karena sebelumnya manajeman memecat beberapa pegawainya.
3. Granat di Duren Sawit
Granat
genggam jenis manggis meledak di lobi Gedung Perkantoran Multipiranti Graha,
Jalan Raden Inten 2 Nomor 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 16 November
2015 pukul 03.30 WIB. Akibatnya seorang satpam, Supriyatna, yang sedang piket
malam menderita luka karena serpihan kaca dan granat. Ia pun dilarikan ke RS
Islam Pondok Kopi.
Menurut keterangan salah satu rekan Supriyatna yang berdinas malam, Slamet, saat itu Supriyatna tengah berbaring di lantai sambil mengisi daya baterai ponselnya. Posisinya kurang lebih 2 meter dari sumber ledakan. Beruntung kondisi Supriyatna berangsur membaik setelah menjalani operasi pengangkatan serpihan yang bersarang di tubuhnya.
Polisi menganalisis bahan peledak yang digunakan pelaku adalah granat berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Ditambah lagi ada pin pengamanan granat yang ditemukan di lokasi beserta serpihan granat.
Menurut keterangan salah satu rekan Supriyatna yang berdinas malam, Slamet, saat itu Supriyatna tengah berbaring di lantai sambil mengisi daya baterai ponselnya. Posisinya kurang lebih 2 meter dari sumber ledakan. Beruntung kondisi Supriyatna berangsur membaik setelah menjalani operasi pengangkatan serpihan yang bersarang di tubuhnya.
Polisi menganalisis bahan peledak yang digunakan pelaku adalah granat berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Ditambah lagi ada pin pengamanan granat yang ditemukan di lokasi beserta serpihan granat.
Granat manggis diketahui hanya digunakan kalangan tertentu dan tidak diperjualbelikan secara bebas di pasaran. Polisi pun telah memeriksa beberapa saksi, termasuk 12 perusahaan yang berkantor di gedung tersebut untuk mengusut motif di balik peledakan.
Karena gedung tak dilengkapi CCTV, polisi akhirnya juga mengambil rekaman CCTV di beberapa lampu lalu lintas yang diharapkan merekam pergerakan pelaku. Hingga kini penyelidikan kasus tersebut belum menemui titik terang.**
sumber:http://news.liputan6.com/read/2399998/3-teror-misterius-di-ibu-kota?p=2
ARTIKEL TERKAIT :
Artikel Bebas
- Ajaib, Pasangan Lansia Ini Selamat dari Kebakaran California Setelah Berendam di Kolam Renang Selama 6 Jam
- Kata Fahri Hamzah: Kita Enggak Usah Ngomongin Ahok Lagi
- Sehebat Apakah Para Hacker Dari Korea Utara?
- Ini Dia Gaji Anies-Sandi Saat Resmi Pimpin DKI Nanti
- Peraturan Baru: Segera Registrasi Ulang Agar Kartu SIM Prabayar Anda Tidak Diblokir
- Terciduk, Pesta Seks Kaum Gay di Harmoni Jakarta
- Kalau Sudah Waktunya Tuhan, Setya Novanto Pasti Masuk Penjara!
- Hati-Hati, Pornografi Memiliki Efek Mengerikan pada Otak dan Tubuh
- Inilah 5 Ancaman Donald Trump yang Paling 'Ekstrem'
- Fakta Seks, Mengapa Pria Lebih Cepat Capai Klimaks Dibandingkan Wanita?
- ISIS Memberikan Hadiah 1 juta USD Kepada Siapa Saja yang Bisa Membunuh Gadis Cantik Ini
- 5 Presiden di Dunia yang Menolak Gaji Dari Negara
- Wow, Ahok Menang Telak dalam Twitter Polling yang Dibikin Iwan Fals
- Inilah Ramalan Nostradamus soal Nasib Donald Trump
- 7 Faktor yang Menyebabkan Anda Ditolak Saat Melamar Pekerjaan
- Jangan Kaget, Ini Dia Jenis Film Porno yang Disukai Wanita!
- Ternyata Ada Oknum Perwira Polda Metro Mencoba Merayu Jessica Wongso
- Empat Cerita Menyedihkan Jessica, Tidur Bersama Kecoak Sampai Ditelanjangi Polwan
- Ditemukan, Penjara Mengerikan untuk Para 'Budak Seks' ISIS
- 7 Barang Usang di Rumah yang Bisa Memiliki Nilai sangat Tinggi
- Inilah Enam Tipe Orang Tua yang Bisa Merusak Masa Depan Anak
- Ini Alasannya Kenapa Banyak Cewek yang Rela Mengumbar Aurat di Bigo Live
- Inilah Kekayaan Gembong Narkoba Joaquin Gezman Dari Mexico yang Membuat Orang Tercengang!
- Ciri-ciri Rumah Makan yang Menggunakan Jin Sebagai Penglaris Agar Laku Keras!
- Ini Dia 4 Tipe Stalker di Medsos