Si rambut pirang bermata biru
seharga US$ 4 ribu itu dilaporkan disentuh secara nakal oleh para pria yang
hadir di Ars Electronica Festival di Linz, Austria.
Sergi Santos, pencipta robot
tersebut, mencurahkan isi hatinya. Samantha "telah sangat dikotori"
oleh para pria.
Santos menambahkan bahwa dua
jari robot telah rusak ketika para 'pelaku'
meremas payudara, paha, dan lengan Samantha. Robot itu pun jadi rusak
seluruhnya.
Dikutip dari iflscience.com
pada Selasa (3/10/2017), sebelum rusak total Samantha berkeliling dan mengobrol
dengan tamu-tamu festival. Ia bahkan memberi pelukan hangat dan menanyakan
kabar.
Robot seks kini dilengkapi
perangkat lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) seperti
Samantha yang memang mampu menanggapi sopan santun sederhana dalam beberapa
bahasa. Robot jenis itu bahkan tahu jika sedang disentuh.
Setelah perlakuan liar pada
pengunjung yang menyebabkan kerusakan payudara Samantha, Santos mengatakan,
robot seks itu harus diterbangkan ke Barcelona untuk dibersihkan dan
diperbaiki.
Untunglah, walaupun
bagian-bagian tubuhnya rusak, perangkat lunak (program komputer) di dalamnya
masih bekerja baik.
Santos juga menambahkan bahwa,
"Samantha mampu bertahan, ia akan melewatinya."
Santos dilaporkan berhasil
menjual 15 boneka sejenis, mungkin karena tren industri boneka seks yang sedang
merebak di Austria sekarang ini.
Selama ini, Fanny, robot seks
di rumah bordil Kontakthof di Wina, menjadi robot seks yang paling banyak
diperbincangkan. Ia bahkan menjadi lebih terkenal daripada manusia pekerja seks
komersial di sana.
Pada Agustus lalu, Profesor
Noel Sharkey dari Sheffield University menjelaskan kepada Daily Mail,
"Kita sudah melihat boneka-boneka dipakai dalam industri hiburan dewasa
dan bisa diduga robot-robot akan bergabung segera."
Beberapa pemilik rumah bordil
bahkan memutuskan untuk menambah boneka dalam jenis layanan yang ditawarkan.
Peter Laskaris, seorang
pemilik rumah bordil di Wina, berbagi kiat yang menurutnya bisa ditiru
rumah-rumah bordil lain. Walaupun mahal, robot seks sedang menjadi "fetish
seks yang sedang tren."
sumber:http://global.liputan6.com/read/3116564/siapa-sangka-robot-seks-juga-mengalami-pelecehan-seksual#