Seperti ditayangkan Kopi Pagi
dalam Liputan6 Pagi SCTV, Minggu (8/10/2017), KPK pun diminta menghentikan
penyidikan kasus mega korupsi E-KTP elektronik dengan tersangka tokoh sentral
Partai Golkar tersebut. Tak ayal, keputusan hakim jadi perdebatan.
KPK melihat banyak kejanggalan
dalam sidang, termasuk saat hakim menolak mendengarkan bukti rekaman percakapan
keterlibatan Setnov. Maka tak berlebihan bila politisi Partai Beringin itu
disebut sulit dijangkau hukum.
Sederet kasus hukum pernah
menyentuh nama Setnov, namun tak satu pun yang berujung putusan pidana. Mulai
dari skandal Bank Bali 1999, kasus beras impor 2005, dan korupsi PON Riau 2012.
Lebih heboh, kasus papa minta
saham pada November 2015. Rekaman pembicaraan dengan Presdir PT Freeport Ma'roef
Sjamsoedin dan pengusaha Riza Chalid, Setnov dituding mencatut nama Presiden
Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.
Terakhir, nama Setnov disebut
sebagai salah satu pengendali proyek E-KTP dan menerima Rp 300 miliar.
Lagi-lagi, Setnov lepas dari jeratan.
Sepanjang penyidikan kasus
korupsi E-KTP, hanya satu kali Setnov memenuhi pemanggilan penyidik KPK.
Padahal kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini telah menyeret enam
tersangka, termasuk Setnov.
Namun, Setnov melawan. Setelah
17 Juli ditetapkan sebagai tersangka, pada 4 September dia mengajukan gugatan
praperadilan.
Pada 11 September, Setnov
mangkir dalam panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dengan alasan sakit.
Sedangkan pada 18 September, Setnov kembali mangkir pada panggilan kedua KPK
dengan alasan yang sama yaitu sakit.
Tak ayal, sakitnya Setnov di
tengah proses penyidikan menimbulkan reaksi masyarakat. Apalagi, Senin malam
lalu, Setnov pun dikabarkan meninggalkan rumah sakit hanya tiga hari setelah
gugatan praperadilannya dikabulkan.
Tapi KPK tidak tinggal diam.
Komisi Antirusuah itu kemungkinan akan mengeluarkan surat penyidikan baru serta
memperpanjang pencekalan Setnov hingga April 2018.
Belakangan, muncul bukti baru.
Agen FBI menyatakan Setnov menerima jam tangan mewah merek Richard Mille seharga
Rp 1,8 miliar dari Johannes Marliem, saksi kunci E-KTP yang dilaporkan tewas
bunuh diri Agustus lalu.
Jam itu mirip yang dipakai
Setnov saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa waktu lalu.
Lantas, bagaimana akhir drama panjang kasus korupsi E-KTP?
sumber:http://news.liputan6.com/read/3121202/saktinya-setya-novanto?medium=Headline&campaign=Headline_related_click_2
ARTIKEL TERKAIT :
Artikel Bebas
- Ajaib, Pasangan Lansia Ini Selamat dari Kebakaran California Setelah Berendam di Kolam Renang Selama 6 Jam
- Kata Fahri Hamzah: Kita Enggak Usah Ngomongin Ahok Lagi
- Sehebat Apakah Para Hacker Dari Korea Utara?
- Ini Dia Gaji Anies-Sandi Saat Resmi Pimpin DKI Nanti
- Peraturan Baru: Segera Registrasi Ulang Agar Kartu SIM Prabayar Anda Tidak Diblokir
- Terciduk, Pesta Seks Kaum Gay di Harmoni Jakarta
- Hati-Hati, Pornografi Memiliki Efek Mengerikan pada Otak dan Tubuh
- Inilah 5 Ancaman Donald Trump yang Paling 'Ekstrem'
- Fakta Seks, Mengapa Pria Lebih Cepat Capai Klimaks Dibandingkan Wanita?
- ISIS Memberikan Hadiah 1 juta USD Kepada Siapa Saja yang Bisa Membunuh Gadis Cantik Ini
- 5 Presiden di Dunia yang Menolak Gaji Dari Negara
- Wow, Ahok Menang Telak dalam Twitter Polling yang Dibikin Iwan Fals
- Inilah Ramalan Nostradamus soal Nasib Donald Trump
- 7 Faktor yang Menyebabkan Anda Ditolak Saat Melamar Pekerjaan
- Jangan Kaget, Ini Dia Jenis Film Porno yang Disukai Wanita!
- Ternyata Ada Oknum Perwira Polda Metro Mencoba Merayu Jessica Wongso
- Empat Cerita Menyedihkan Jessica, Tidur Bersama Kecoak Sampai Ditelanjangi Polwan
- Ditemukan, Penjara Mengerikan untuk Para 'Budak Seks' ISIS
- 7 Barang Usang di Rumah yang Bisa Memiliki Nilai sangat Tinggi
- Inilah Enam Tipe Orang Tua yang Bisa Merusak Masa Depan Anak
- Ini Alasannya Kenapa Banyak Cewek yang Rela Mengumbar Aurat di Bigo Live
- Inilah Kekayaan Gembong Narkoba Joaquin Gezman Dari Mexico yang Membuat Orang Tercengang!
- Ciri-ciri Rumah Makan yang Menggunakan Jin Sebagai Penglaris Agar Laku Keras!
- Ini Dia 4 Tipe Stalker di Medsos