Twitter Poling itu diikuti oleh lebih kurang 25 ribu
pengguna Twitter. Iwan Fals menulis pertanyaan polling seperti ini, "Andai
Pilkada DKI dilaksanakan sekarang, siapa pilihanmu?".
Tetapi, polling itu berbuntut pro dan kontra antar-pengguna
Twitter. Masing-masing pemilih terlibat saling berdebat. Hingga akhirnya Iwan
Fals membuat Twitter polling susulan dengan pertanyaan, "Duh bikin polling
kok pada berantem, jadi mending dihapus atau tidak ya polling?".
Pertanyaan itu pun langsung ditanggapi pengguna internet.
Sebanyak lebih kurang 76% meminta hasil polling itu tidak hapus, sementara
sisanya 24% meminta agar polling itu dihapus.
Tentu saja, polling itu hanya sekadar jejak pendapat dari
pengguna internet. Hasil dalam polling itu tidak bisa menjadi penentu siapa
yang akan menjadi Gubernur DKI ke depan. Namun dengan demikian, Twitter polling
sering digunakan netizen untuk menjaring pendapat mengenai isu-isu terkini.
sumber:http://citizen6.liputan6.com/read/2650901/ahok-menang-telak-dalam-twitter-polling-yang-dibikin-iwan-fals