
Selama 25 tahun belakangan,
penduduk Jepang dilaporkan mengalami penurunan tingkat kelahiran. Tidak banyak
anak yang dilahirkan. Tapi jumlah warga senior semakin bertambah setiap
tahunnya.
Dikutip dari Herald.ie, Senin
(12/9/2016), tren mengerikan tidak memiliki anak itu kini telah mencapai batas
mengkhawatirkan. Ditakutkan hal tersebut dapat memicu aktifnya 'bom waktu' demografis
berupa atau berkurangnya warga usia produktif dibanding mereka yang tak
produktif.
Ketika hal itu terjadi gaya
hidup dengan tingkat kesuburan yang rendah ini dapat menyebabkan menyusutnya
atau menghilangnya generasi penerus.
Penelitian yang dilakukan oleh
Hiroshi Yoshida dan Masahiro Ishigaki, ahli ekonomi dari Tohoku University,
didasari oleh data kependudukan dan kesuburan dari tahun 2014 hingga 2015.
Pada April 2014, tercatat ada
sekitar 16,32 juta anak-anak. Namun angka tersebut menurun pada 2015. Tercatat
sebanyak 16,17 juta anak yang mengartikan populasi anak berkurang sebanyak 153
ribu jiwa.
Data yang dimiliki oleh
Yoshida dan Ishigaki memperkirakan ada sekitar 16 juta anak-anak yang kini
hidup di Jepang.
Angka itu makin
mengkhawatirkan, karena terus menurun setiap tahunnya. Jika hal tersebut terus
berlanjut, 1.750 tahun mendatang, Jepang akan 'punah'.
Sebuah survei yang baru-baru
ini dilaksanakan oleh Japan Family Planning Association, mengungkapkan bahwa
49,3 persen responden berusia 18-49 tahun tidak melakukan hubungan seksual
selama satu bulan belakangan.
Angka itu bertambah dari hasil
penelitian serupa yang dilakukan 2 tahun yang lalu. Hampir 10 persen.
Pria dan wanita Jepang
cenderung tidak menginginkan hubungan intim. Mereka lebih mendedikasikan waktu
mereka untuk bekerja.
Hal ini menunjukkan sebuah
pola hidup yang tidak seimbang di banyak negara industri, terutama Jepang.
Pria terkadang bekerja selama
80 jam dalam 1 minggu, mengakibatkan waktu dan tenaga mereka terkuras untuk melakukan
seks.
Sementara wanita menghadapi
dilema mengejar karir mereka tau membangun sebuah keluarga.
Seperti kebanyakan perempuan
di negara industri, kaum hawa di Jepang menunda pernikahan atau menikah pada
usia yang sangat muda.
Ketika mereka dihadapkan harus
memilih pekerjaan atau keluarga, kebanyakan akan memilih karier.
Dari hasil penelitian Yoshida
dan Ishigaki tersebut dapat disimpulkan bahwa penduduk Jepang akan punah dalam
beberapa abad ke depan, jika mereka tidak mengubah tren hidup tidak melakukan
hubungan seksual itu.
sumber:http://global.liputan6.com/read/2600068/studi-penduduk-jepang-tinggal-satu-orang-pada-tahun-3766
ARTIKEL TERKAIT :
Sains dan Tekhnologi
- Inilah 5 Mimpi Buruk Buat Pemilik Smartphone Android
- Tips Ampuh Mempercepat Koneksi Internet di Android
- Benarkah Asteroid Akan Menghantam Bumi pada 2 Agustus 2016?
- Inilah 6 Fitur yang Ada di Facebook dan Belum Banyak Orang Mengetahuinya
- Inilah 7 Aplikasi Android Terbaik Juni 2016
- Ini Dia Tips Melacak Laptop yang Hilang atau Dicuri
- Ilmuwan Menemukan Jejak Mega Tsunami Setinggi Gedung Pencakar Langit di Afrika
- Apa yang Akan Terjadi Jika Suatu Saat Seluruh Manusia Lenyap Dari Muka Bumi?
- Keren, Drone 'Kapal Selam' Boeing Bisa Menyelam hingga 7.500 Mil
- Apa yang Akan Terjadi Pada Tubuh Kita Usai Kematian? Ini Dia Jawabannya
- Ini Dia 6 Aplikasi Ponsel yang Bisa Membuat Anda Tambah Kaya
- Yuri Alekseyevich Gagarin Manusia Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa
- Inilah Manusia Pertama yang Berotasi Mengitari Bumi
- Tips Membuka Akses Website yang Diblokir di Android
- Lima Hal Buruk Ini Akan Terjadi Jika Kamu Upgrade ke Windows 10
- 5 Smartphone yang Kurang 'Dilirik' Padahal Memiliki Performa Luarbiasa!
- Tips Agar Sobat Bisa Download Video Youtube di Android Dengan Mudah & Cepat
- 7 Tips Aman Dari Hacker dan Virus Ketika Internetan via WiFi Gratisan
- Ini Dia 10 Aplikasi Chatting Terbaik di Android
- 7 Tips Mudah Membuat Performa Smartphone Anda Seperti Baru Lagi
- Ini Dia 5 Perkembangan Teknologi yang Akan Terjadi di Tahun 2016
- Inilah 3 Alasan Penting Mengapa Anda Wajib Download Windows 10
- 7 Merek Smartphone Terkenal Ini Ternyata Buatan China!
- Wow, Mahasiswa Jember Ciptakan Power Bank Tanpa 'Listrik'