Selasa, 21 April 2015

Kisah Kanah Tega Menggantung Bayi Hasil Hubungan Gelap Di Spion Mobil

Bagikan Artikel Ini :
Hasil gambar untuk bayiAnak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan. Setiap pasangan yang sudah menikah tentu mendambakan kehadiran anak di tengah-tengah keluarganya. Karena dengan memiliki anak kehidupan akan terasa sempurna.

Akan tetapi, tidak demikian dengan Kanah (36) salah pembantu rumah tangga di Surabaya. Keberadaan anak malah membuat dirinya tak punya hati nurani layaknya seorang ibu. Dengan tega dia membuang bayi yang baru dilahirkannya itu.


Cara membuangnya pun sungguh miris, Kanah melakban mulut bayi tersebut lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan menggantungkannya di spion mobil. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu, sebab binatang pun sepertinya tak akan melakukan hal sekejam itu terhadap anak kandungnya sendiri.

Beruntung nyawa bayi tak berdosa tersebut masih bisa diselamatkan. Warga yang menemukan bayi malang itu langsung membawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya.

Semua pasti bertanya-tanya kenapa ada seorang ibu bisa setega itu? Berikut kisah Kanah, ibu yang tega menggantung bayinya di spion mobil:

1.Kanah nekat gantung bayinya di spion karena hasil hubungan gelap
Pembuang bayi dalam kantung plastik dengan mulut dilakban dan dicantolkan di kaca spion mobil Chevrolet di Jalan Manyar Tirto Asri 11, Kamis pagi (16/4) kemarin ditangkap polisi. Pelaku adalah Kanah (36), asal Ds Karang Pakis, Kediri. Lalu mengapa Kanah tega membuang darah dagingnya sendiri?

Selama ini, Kanah bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Surabaya. Selama bekerja, Kanah ngekos di Jalan Tirto Asri 11 Nomor 2, Surabaya.

Menurut Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto, pelaku sudah bersuami dan punya anak. Namun sudah tidak kumpul lagi bersama suami dan anaknya. Kanah indekos sendirian di Surabaya.

"Saat mengandung, pelaku panik. Dia tidak mungkin meminta tanggung jawab suaminya, karena sudah lama pisah ranjang," kata Kapolsek Sukolilo, Jumat (17/4).Menurut Kapolsek, saat ini kondisi pelaku masih shock dan lemas, sehingga belum bisa memberikan keterangan banyak.

"Tapi yang jelas, pelaku mengaku tidak ada niat membuang bayinya. Dia sengaja membuang bayi itu, dengan harapan ada yang menolong dan merawatnya," terang Taufik.

Taufik melanjutkan, karena bingung, pelaku tidak tahu harus di kemanakan bayi perempuannya itu. "Akhirnya dengan perasaan bingung, pelaku meletakkan bayinya di kaca spion mobil, agar ada yang menolong," lanjutnya.

Sebelumnya, Kamis pagi, Warsi, warga Jalan Manyar Tirto Asri menemukan bayi dalam kantung plastik warna hitam. Bayi yang menggantung di spion mobil itu, mulutnya dilakban.

Kemudian warga sekitar menolongnya dengan memberi susu formula, untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo. Saat dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut sudah membiru karena hawa dingin akibat diguyur hujan. Pada tali pusarnya juga dipotong pendek, sehingga darahnya terus merembes dari sela pusarnya.

2.Kanah belum mau sebut bapak dari bayi yang digantungnya di spion
Kepada polisi Kanah mengaku tidak ada niat untuk membuang bayinya, dia hanya berharap ada orang ikhlas merawat dan membesarkan anaknya. Dia juga bungkam terkait ayah dari bayi perempuan tersebut. 

"Tapi yang jelas, pelaku mengaku tidak ada niat membuang bayinya. Dia sengaja membuang bayi itu, dengan harapan ada yang menolong dan merawatnya," terang Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto, Jumat (17/4).

Taufik melanjutkan, karena bingung, pelaku tidak tahu harus dikemanakan bayi perempuannya itu. "Akhirnya dengan perasaan bingung, pelaku meletakkan bayinya di kaca spion mobil, agar ada yang menolong," lanjutnya.

Sebelumnya, Kamis pagi, Warsi, warga Jalan Manyar Tirto Asri menemukan bayi dalam kantung plastik warna hitam. Bayi yang menggantung di spion mobil itu, mulutnya dilakban.Kemudian warga sekitar menolongnya dengan memberi susu formula, untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo. Saat dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut sudah membiru karena hawa dingin akibat diguyur hujan. Pada tali pusarnya juga dipotong pendek, sehingga darahnya terus merembes dari sela pusarnya.

3.Kanah punya suami dan anak tapi tak tinggal serumah
Hal yang mengejutkan dari kasus Kanah terungkapnya status dia yang sebenarnya. Kanah ternyata sudah memiliki suami dan anak.

Namun mereka sudah tidak tinggal serumah lagi lantaran Kanah bekerja sebagai PRT, dia ngekos sendirian.

"Saat mengandung, pelaku panik. Dia tidak mungkin meminta tanggung jawab suaminya, karena sudah lama pisah ranjang," sambungnya lagi.

Kanah sendiri, saat melahirkan bayinya di kamar kos, tanpa bantuan orang lain. "Dia sendiri yang juga memotong tali pusar bayinya. Kita belum tahu siapa bapak dari anak ini. Sebab suami pelaku sudah lama berpisah tapi statusnya belum cerai. Pelaku juga belum mau ngomong siapa laki-laki dari bayi yang dikandungnya," pungkas Taufik.

Sebelumnya, Kamis pagi, Warsi, warga Jalan Manyar Tirto Asri menemukan bayi dalam kantung plastik warna hitam. Bayi yang menggantung di spion mobil itu, mulutnya dilakban.Kemudian warga sekitar menolongnya dengan memberi susu formula, untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo. Saat dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut sudah membiru karena hawa dingin akibat diguyur air hujan. Pada tali pusarnya, juga dipotong pendek, sehingga darahnya terus merembes dari sela pusarnya.

4.Lakban mulut bayi & gantungkan di spion, Kanah terancam 7 tahun bui
Kanah binti Sono (36), asal Ds Karangpakis, Kediri, Jawa Timur, terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara, sesuai Pasal Pasal 305 dan atau 307 dan atau 308 KUHP. Sebab, perempuan berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Surabaya ini, telah membuang anak kandung yang baru dilahirkannya.

Mirisnya lagi, bayi perempuan yang dibuang Kanah itu, ditaruh dalam kantung plastik hitam dengan mulut dilakban. Kemudian bayi yang belum genap sehari itu, digantung di spion mobil Chevrolet yang terparkir di tempat kosnya, Jalan Manyar Tirto Asri 11/2, Surabaya.

Anggota Reskrim Polsek Sukolilo yang melakukan penyidikan, akhirnya mengungkap kasus tersebut, dan mengamankan perempuan yang sudah lama pisah ranjang dengan suaminya itu.

Saat ini, kondisi Kanah dalam keadaan shock. Sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih banyak. Sehingga, pihak kepolisian belum bisa mengorek keterangan terkait ayah dari bayi yang dibuang Kanah tersebut."Pelaku mengaku tidak ada niat membuang bayinya. Dia sengaja membuang bayi itu, dengan harapan ada yang menolong dan merawatnya," terang Kapolsek Sukolilo, Kompol Taufik Yulianto di Mapolsek Sukolilo, Jumat (17/4).

Namun, lanjut dia, Kanah tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. "Pasal yang kita kenakan adalah Pasal 305 dan atau 307 dan atau 308 KUHP tentang tindak pidana menaruh anak di bawah umur 7 tahun dengan maksud agar dipungut orang lain atau terbebas dari pemeliharaan anak yang dilakukan ayah atau ibu si bayi," tegasnya.
sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-miris-kanah-ibu-yang-tega-lakban-gantung-bayinya-di-spion/lakban-mulut-bayi-gantungkan-di-spion-kanah-terancam-7-tahun-bui.html



 

ARTIKEL TERKAIT :

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar