1. Abigail
Johnson
Fidelity
adalah perusahaan reksa dana terbesar kedua di Amerika, dengan aset mencapai
USD (Rp 55.306 T) tahun lalu - naik 19% dari tahun sebelumnya. Wanita bernama
lengkap Abigail Pierrepont (Abby) Johnson ini telah menjadi presiden Fidelity
sejak tahun 2012. Fidelity sendiri didirikan oleh kakek Abby, Edward C. Johnson
II dan ayahnya Edward C. (Ned) Johnson III.
2. Meg
Whitman
Pada
Januari 2011, Meg Whitman resmi bergabung dengan dewan direksi Hewlett-Packard,
dan tak lama setelahnya pada 22 September 2011, dia diangkat menjadi CEO HP.
Pada kuartal ketiga tahun 2014, penjualan HP naik untuk pertama kalinya selama
lebih dari tiga tahun. Tetapi pada tahun 2013, pendapatan HP turun jadi 6,7%
menjadi USD (Rp 1.343 T).
Selain memperbaharui fokus HP pada Penelitian & Pengembangan divisi HP, keputusan besar Meg Whitman selama tahun pertamanya sebagai CEO adalah mempertahankan dan membawa kembali komitmen perusahaan untuk bisnis PC.
3. Sheryl
Sandberg
ahun lalu,
Sheryl Sandberg berhasil menjual bukunya yang berjudul Lean In. Di bawah
pengawasannya, laba Facebook tahun 2013 melonjak hingga 2.730%,
terutama karena peningkatan pendapatan dari iklan mobile. Facebook
juga mengumumkan penawaran besar pada awal 2014 untuk mengakuisisi Oculus VR
dengan dana lebih dari USD 2 miliar (Rp 23,9 T) dan WhatsApp sebesar USD 19
miliar (Rp 227 T).
4. Irene
Rosenfeld
Mondelez
Internasional adalah sebuah perusahaan makanan ringan global yang mendapat
keuntungan 28% pada tahun 2013. Namun, Irene Rosenfeld harus menghadapi pengeluaran
konsumen yang lemah dan tekanan dari pemegang saham Nelson Peltz. Wanita
kelahiran 3 Mei 1953 ini pun berencana untuk memotong USD 1,5 miliar (Rp 17,9
T) dari anggaran Mondelez Internasional selama empat tahun ke depan.
Irene sendiri dikenal sebagai salah satu anggota dari Economic Club of Chicago. Dia juga pernah menjabat sebagai direksi untuk Grocery Manufacturers Association and the Cornell University Board of Trustees.
5. Phebe Novakovic
Selain
dikenal sebagai pengusaha sukses, Phebe Novakovic juga merupakan mantan perwira
intelijen. Dia kini menjabat sebagai Chairman and Chief Executive Officer dari
General Dynamics. Majalah Forbes bahkan menyebutnya sebagai wanita paling
berpengaruh ke-65 di dunia pada 2014 lalu.
Inilah sepuluh wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Fortune. Mereka berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa wanita juga bisa menjadi pemimpin.
6. Mary
Barra
Wanita
kelahiran 24 Desember 1961 ini menduduki posisi pertama dalam daftar Most
Powerful Women versi majalah Fortune. Mary Teresa Barra merupakan Chief
Executive Officer General Motors. Jabatan itu telah dipegangnya sejak 15
Januari 2014 lalu.
Sebelum menduduki posisinya saat ini, Mary awalnya menjabat sebagai Executive Vice President of Global Product Development, Purchasing and Supply Chain di General Motors. Karena dianggap sangat menginspirasi, wajah Mary sempat muncul di sampul majalah Time edisi 100 Most Influential People in the World.
7.Indra
Nooyi
Inovasi
yang dilakukan oleh Indra Nooyi adalah melunasi utang PepsiCo, yang telah
meningkatkan pengeluaran R&D hingga 25% sejak tahun 2011. Produk yang
diluncurkan dalam tiga tahun terakhir ini telah mencapai 9% dari pendapatan
PepsiCo, yang mencapai USD 66,4 miliar (Rp 796 T) pada tahun 2013.
Pada tahun 2013, sembilan produk PepsiCo masuk daftar 50 produk makanan dan minuman terlaris di Amerika. Pada bulan Juli kemarin, PepsiCo menaikkan proyeksi pertumbuhan laba mereka untuk tahun ini.
8.Ginni
Rometty
Ginni
telah tiga kali merebut posisi pertama sebagai wanita paling berpengaruh di
dunia bisnis, meskipun pendapatan IBM menurun selama dua tahun berturut-turut -
turun 5% menjadi USD 99,8 miliar (Rp 1196,5 T) pada fiskal tahun 2013. Tetapi
strategi investasinya pada teknologi baru menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.
Di area nonlegacy seperti layanan mobile dan cloud, pendapatan IBM naik 69%
untuk setiap divisi tahun lalu.
Ginni juga telah menandatangani kerja sama yang strategis, seperti kesepakatan dengan Apple untuk menyediakan layanan IBM pada platform iOS, dan pada bulan Oktober, IBM akan menggerakkan kelompok bisnis Watson yang baru dibentuk ke gedung baru di pusat kota Manhattan. Dia juga berjanji akan menginvestasikan USD 1 miliar (Rp 11,9 T) pada pengembangan dan komersialisasi sistem komputasi kognitif.
9. Marillyn
Hewson
Wanita
kelahiran 1954 ini bernama Marillyn A. Hewson. Marillyn lahir di Junction City,
Kansas. Dia memperoleh gelar sarjana sains dalam administrasi bisnis dan gelar
magister di bidang ekonomi dari Universitas Alabama. Dia juga sempat mengikuti
program pengembangan eksekutif di Columbia Business School dan Harvard Business
School.
Marillyn berhasil membukukan laba operasi dan pendapatan per saham pada tahun 2013, di tahun pertamanya sebagai CEO dari kontraktor pertahanan terbesar di dunia. Meskipun Lockheed Martin mengalami penurunan pendapatan sebesar 4%, USD 45,4 miliar atau sekitar Rp 544 T. Sekarang, dia sedang sibuk mencari industri seperti energi yang terbarukan untuk pelanggan barunya.
10. Ellen
Kullman
Harga
saham DuPont telah mengalami kemerosotan selama 10 tahun, ketika Ellen Kullman
mengambil alih perusahaan tersebut pada tahun 2009. Kemudian dia bekerja keras
untuk mengangkat perusahaan - yang telah berusia 212 tahun - itu ke area margin
yang lebih tinggi seperti gizi, bahan canggih, dan biosains.
Dia menjual unit cat mobil di tahun 2013 dan akan fokus pada kinerja bahan kimia seperti Teflon dan Freon tahun depan. Investor DuPont terus berkembang dan selama karirnya, dia berhasil membuat kapitalisasi pasar DuPont menjadi lebih dari dua kali lipat.
sumber:http://www.merdeka.com/gaya/part-1-10-wanita-paling-berpengaruh-di-dunia-tahun-2015/ellen-kullman.html