Dilansir The Huffington Post (28/9), model berusia 23 tahun asal California, Amerika Serikat ini dilahirkan tanpa sepasang kaki. Saat masih bayi, Kanya ditinggalkan oleh orang tuanya di anak tangga salah satu kuil Buddha di Thailand.
Kanya memulai karir sebagai model pada usia 15 tahun. Dia berpose untuk merek-merek pakaian olahraga ternama seperti Billabong, Nike, dan Rip Curl. Setelah itu dia menjadi salah satu model favorit merek-merek lingerie. Berkat profesi yang ditekuninya, sekarang Kanya bisa menghasilkan lebih dari USD 1.000 per hari.Meskipun kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk berjalan seperti orang normal, Kanya menolak menggunakan kursi roda.

Cewek hitam manis ini lebih
memilih skateboard untuk sarana mobilitasnya.Selain menjadi model pakaian
dalam, Kanya juga menekuni olahraga ekstrem. Dia berniat untuk mengikuti
kompetisi mono-ski Paralimpiade yang diselenggarakan pada musim dingin 2018 di
Korea Selatan.Kanya memang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Dia
tidak pernah merasa minder dengan kondisi tubuhnya.

"Saya tidak perlu sepasang kaki untuk merasa seksi. Saya selalu percaya diri dengan tubuh saya, sepanjang hidup saya," tuturnya. "Jadilah percaya diri. Hidup terus berlanjut, hidup ini berharga," pungkasnya.
sumber:http://www.merdeka.com/gaya/lahir-tanpa-kaki-perempuan-as-ini-justru-sukses-jadi-model-lingerie.html