Menjadi seorang pemimpin
negara atau presiden tentu bukan pekerjaan main-main. Terlebih lagi menjadi
pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat. Untuk menjadi seorang presiden,
seorang kandidat harus melalui proses yang cukup menguras, tenaga, pikiran, dan
biaya. Untuk menjadi presiden dari sebuah negara besar seperti Amerika,
ongkosnya bisa terbilang hingga miliaran atau bahkan triliunan rupiah.
Pekan ini publik dunia
mengetahui, Donald Trump telah terpilih sebagai presiden Amerika ke-45 setelah
mengalahkan Hillary Clinton. Kabar kemenangan Trump ini ternyata cukup
mengejutkan dunia.
Tapi sebetulnya semenggiurkan
apa jabatan presiden sehingga banyak orang ingin mendapatkannya? Bagaimana pun
presiden adalah sebuah jabatan, sebuah pekerjaan yang pasti akan mendapat gaji
dari negara. Namun ternyata ada presiden yang menolak menerima gaji dari
negara. Siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini:
1.Presiden Amerika Serikat
John F Kennedy
John F Kennedy merupakan salah
satu presiden Amerika Serikat (AS) yang paling terkenal. Saat menjabat sebagai
orang nomor satu di AS, Kennedy menolak menggunakan gajinya untuk keperluan
pribadinya.
Saat itu gaji presiden AS
sebesar USD 100 ribu dengan tambahan USD 50 ribu. Kennedy lebih memilih
menyumbangkan gajinya untuk amal. Kecintaannya kepada orang miskin terlihat
dalam setiap kebijakan yang dikeluarkannya. Salah satunya dia berusaha
meningkatkan upah dan memperbaiki kondisi kerja.
Kennedy adalah presiden AS
ke-35. Kennedy tewas dibunuh dengan cara ditembak pada 1963 di Texas saat
konvoi. Kasus pembunuhan itu sangat kontroversial hingga kini.
2.Presiden Argentina Mauricio
Macri
Presiden baru Argentina,
Mauricio Macri, berasal dari latar pebisnis dan keluarga kaya raya. Kemarin
Macri mengumumkan rencana mendonasikan gajinya ke dapur umum untuk kaum duafa
di Buenos Aires, seperti dilaporkan Today Online, Sabtu (16/1).
Macri dilantik pada 10
Desember 2015, mengakhiri rezim 12 tahun kepemimpinan suami-istri Cristina
Fernandez dan Nestor Kirchner yang berhaluan sosialis. Macri, sebagai politikus
liberal yang didukung banyak konglomerat Argentina, mengaku tidak akan
mengambil gajinya selama menjabat.
Sebagai orang nomor satu di
pemerintahan Argentina, Macri mendapatkan penghasilan 100 ribu Peso per bulan
atau setara Rp 151 juta. Setelah dipotong pajak, gaji presiden berkisar 61 ribu
peso (setara dengan Rp 46,6 juta).
Gaji bersih itulah yang akan
disumbangkan Macri untuk memberi makan kepada sedikitnya 1.800 duafa setiap
harinya di Villa Soldati sebelah selatan ibu kota Argentina, seperti dilaporkan
surat kabar Clarin.
Aksi sosial sang presiden
ternyata bukan hal baru. Saat menjabat sebagai Wali Kota Buenos Aires, Macri
juga melakukan hal serupa.
Kendati banyak terlibat
kegiatan amal, pria berusia 56 tahun ini ternyata dimusuhi serikat buruh dan
pegawai negeri Argentina. Hanya dalam waktu sebulan menjabat, Macri telah
mengeluarkan 26 dekrit yang mendukung aliran modal asing dan sistem pasar bebas
di negara Amerika Latin itu, seperti dilaporkan Telesur.
Diperkirakan hingga akhir
Januari 2016, Macri telah membuat 10 ribu pegawai tidak tetap pemerintah
kehilangan pekerjaan. Dia juga sengaja melemahkan nilai tukar Peso, dengan
alasan supaya investor asing tertarik menanamkan modal. Hasilnya, inflasi
Argentina meningkat sejak awal tahun ini, membuat berat kehidupan rakyat
miskin.
3.Presiden Korea Selatan Lee
Myung Bak
Presiden Korea Selatan ini
berjanji menyumbangkan seluruh gajinya selama menjabat lima tahun untuk orang
tidak mampu dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bukan kali ini saja terjadi,
Lee yang menjabat sebagai presiden sejak 25 Februari 2008, sudah sejak lama
akrab dengan kegiatan amal.
Mantan CEO di sebuah perusahaan
konstruksi dengan kekayaan berlimpah ini juga menyumbangkan gajinya saat
menjabat sebagai wali kota Seoul pada 2002 sampai 2004. Saat itu, gajinya
disumbangkan untuk anak-anak pembersih jalan dan petugas pemadam kebakaran.
Tak ada info pasti berapa
total yang disumbangkan Lee. Namun, saat kampanye, Lee pernah berjanji untuk
menyumbangkan kekayaan pribadinya yang bernilai lebih dari USD 30 juta kepada
orang miskin.
4.Presiden Amerika Serikat
Herbert Hoover
Presiden Amerika Serikat ke 31
ini telah aktif di dunia amal jauh sebelum dirinya menjabat sebagai orang nomor
satu di AS. Saat Perang Dunia I terjadi Hoover bersama dengan Committe Relief
Belgium (CRB) yang didirikannya mengeluarkan lebih dari USD 1 miliar untuk
memberi makan 11 juta warga Belgia yang kelaparan.
Dia menolak sejumlah
penghargaan atas kegiatan amal yang dilakukannya. Saat dia menjabat sebagai
presiden AS (1929-1933), Hoover menolak menerima gaji. Dia lebih memilih
menyumbangkan gajinya untuk kegiatan amal.
Sikap itu mengakibatkan Hoover
tercatat sebagai salah satu presiden AS yang dermawan.
5.Presiden Amerika Serikat
yang baru terpilih Donald Trump
Presiden Amerika Serikat yang
baru terpilih Donald Trump pernah mengatakan dia tidak akan menerima gaji
sebagai seorang presiden sepeser pun.
Seiring Trump baru terpilih
menjadi presiden setelah mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilu Rabu lalu,
muncul pertanyaan, apakah dia akan mau menerima gaji sebagai presiden.
Pada 17 September 2015, dalam
suatu acara di Rochester, Negara Bagian New Hampshire, pria 70 tahun itu pernah
mengatakan dia tidak akan menerima gajinya jika terpilih jadi presiden.
"Hal pertama yang akan
saya lakukan jika terpilih jadi presiden, saya tidak akan menerima gaji itu.
Itu bukan masalah bagi saya," kata dia saat itu, seperti dilansir koran
the Daily Mail, Sabtu (12/11).
Seseorang dalam akun Twitter
pernah menanyakan Trump dalam sebuah tayangan video dan pertanyaan itu muncul
di akun Twitter Trump pada 21 September 2015.
"@realDonaldTrump, apakah
Anda akan menerima gaji presiden jika terpilih?
Trump menjawab: "Soal
gaji ini, saya tidak akan mengambilnya, satu dolar pun. Saya benar-benar akan
menolak gaji jika saya jadi presiden.."
Dalam video itu juga Trump
mengatakan dia membiayai sendiri kampanyenya selama ini.
Majalah Forbes memperkirakan
kemarin total kekayaan pria dijuluki Raja Properti AS itu mencapai USD 3,7
miliar (RP 49 triliun).
Herbert Hover yang punya
penghasilan jutaan dolar dari industri tambang dan John F Kennedy yang berasal
dari keluarga kaya raya, keduanya menyumbangkan gaji mereka ketika menjabat
presiden.
Dalam situs resmi pemerintah
AS disebutkan, selama masa jabatannya, presiden akan menerima kompensasi
sebesar USD 400 ribu (Rp 5,3 miliar) setahun, yang dibayarkan tiap bulan dan
mendapat tunjangan sebesar USD 50 ribu (Rp 670 juta) untuk membantu tugas-tugas
resminya.
sumber:https://www.merdeka.com/dunia/para-presiden-ini-menolak-gaji-dari-negara/presiden-amerika-serikat-yang-baru-terpilih-donald-trump.html