"70 persen tidak tahu mereka
terkena diabetes," kata Ketua Persatuan Diebetes Indonesia Sidhartawan
Soegondo dalam acara Global Diebetes Forum di Hotel Sheraton Bali, Sabtu 18
Januari 2014.
Riset kesehatan 2007 menunjukkan bahwa terdapat 5,7 persen penderita diabetes militus dari total populasi. Dari angka tersebut ditemukan bahwa hanya 1,2 persen yang mengaku mereka menderita diabetes. "Sisanya 4,5 persen tidak merasa, tapi ketika dites gula ternyata mereka positif," kata Sidhartawan.
Saat ini, berdasarkan peta dari International Diabetes Forum, di Indonesia ada 8,5 juta penderita diabetes militus. Naik dari 2012 angkanya berada di kisaran 7,1 juta jiwa. Dan sayangnya banyak yang tidak terdeteksi.(Baca : Diabetes, Diam-Diam Mengancam Pria)
"Karena diabetes itu tidak ada gejalanya," kata dia. Sidhartawan mengatakan, gejala awal diabetes yang diajarkan di ilmu kedokteran adalah banyak makan, banyak minum dan banyak kencing. Tiga kondisi yang orang tentu tidak akan ke dokter. "Kalau susah kencing, baru orang ke dokter, tapi kalau banyak makan dan minum, tapi tidak merasa sakit, orang tidak akan ke dokter," ujar dia.
Padahal dengan mengetahui gejala awal, intervensi bisa dilakukan lebih dini. Tapi kalau sudah ketahuan, Sidhartawan melanjutkan, tidak akan bisa disembuhkan hanya bisa dicegah komplikasi terhadap penyakit yang menyertainya seperti penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal hingga stroke.
Presiden International Diabetes Forum Saukhat M Sadikot mengatakan situasi yang
sama juga terjadi di dunia. "Sekitar 50 persen penderita diabetes tidak
sadar kalau mereka terkena," ujar dia
sumber:http://www.tempo.co/read/news/2014/01/18/060546118/70-Persen-Orang-Indonesia-Tak-Sadar-Kena-Diabetes